Denpasar, Benua Pos – Kasus dugaan pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU 54.801.32, Jalan Gunung Soputan, Denpasar Barat, kini memasuki babak baru. SPBU tersebut resmi disegel oleh pihak kepolisian setelah aktivitas mencurigakan terpantau pada Kamis (3/4/2025) pagi.
Penggerebekan dilakukan setelah warga melaporkan adanya aktivitas bongkar muat dari truk tangki ke tangki penyimpanan bawah tanah SPBU tanpa pengawasan resmi. Dua tangki pendam berbeda tampak diisi dari satu truk yang sama—tangki bertutup biru untuk Pertamax, dan tangki bertutup putih untuk Pertalite, BBM bersubsidi.
Polisi Turun Tangan, 4 Orang Diperiksa
Polresta Denpasar segera melakukan tindakan cepat dengan menyegel dispenser dan area penyimpanan BBM di SPBU tersebut. Empat orang diperiksa sebagai saksi, yakni pengawas SPBU, karyawan, sopir dan kernet truk tangki. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada penetapan tersangka.
Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Yugo Pamungkas menyatakan bahwa penyelidikan akan terus didalami untuk memastikan adanya pelanggaran dalam distribusi dan penyaluran BBM subsidi.
Pertamina Ambil Langkah Tegas
Menanggapi kejadian ini, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menghentikan seluruh pengiriman BBM ke SPBU Gunung Soputan mulai 11 April hingga 10 Mei 2025. Sebuah spanduk besar bertuliskan “SPBU ini sedang dalam pembinaan PT Pertamina Patra Niaga” kini terpasang di lokasi.
Pertamina juga menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap pelanggaran yang merugikan negara dan masyarakat. Pihaknya juga mewajibkan SPBU melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dan layanan distribusi BBM.
Pemilik SPBU Akan Diperiksa
Sementara itu, pemilik SPBU dijadwalkan untuk dimintai keterangan oleh penyidik dalam waktu dekat. Langkah ini diambil guna menelusuri keterlibatan pihak manajemen dalam praktik yang diduga melanggar hukum tersebut.
Pengawasan BBM Harus Diperketat
Kasus ini membuka mata akan pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi BBM, khususnya jenis subsidi. Pengoplosan BBM bukan hanya merugikan negara dari sisi subsidi, tetapi juga membahayakan kualitas BBM yang diterima konsumen.
Benua Pos akan terus mengikuti perkembangan kasus ini secara ketat demi menghadirkan informasi yang faktual dan mendalam untuk masyarakat.
Reporter: Tim Redaksi Benua Pos
Editor: Aspian Dearey





