Khan Yunis, benua post kota – Suasana haru menyelimuti kompleks pemakaman di Khan Yunis, Jalur Gaza. Jurnalis Hala Asfour tampak duduk dengan penuh kesedihan di samping makam tunangannya, jurnalis Mohammed Salama, yang gugur dalam tragedi pembantaian di Kompleks Medis Nasser beberapa waktu lalu.
Hala Asfour, dengan wajah yang dipenuhi duka, menyentuh gundukan tanah makam kekasihnya yang seharusnya menjadi pendamping hidupnya dalam ikatan pernikahan. Namun, takdir berkata lain. Mohammed Salama meninggal dunia hanya beberapa hari sebelum pernikahan mereka berlangsung.
Di sisi lain, beberapa kerabat dan sahabat juga turut mendampingi Hala, memberikan dukungan moral di tengah rasa kehilangan yang begitu dalam. Nama Mohammed kini terukir sebagai salah satu dari sekian banyak jurnalis yang menjadi korban dalam konflik berkepanjangan, sebuah pengingat tentang risiko besar yang dihadapi para pekerja media di wilayah perang.
Tragedi ini menambah panjang daftar korban dari kalangan jurnalis yang kehilangan nyawa dalam menjalankan tugas mereka, yakni menyampaikan kebenaran kepada dunia. Kehilangan Hala Asfour bukan hanya kehilangan pribadi, melainkan juga kehilangan besar bagi dunia jurnalistik Palestina.
Duka di pemakaman tersebut seolah menjadi simbol penderitaan rakyat Gaza yang tak kunjung usai. Sementara Hala hanya bisa menundukkan kepala, menatap makam tunangannya, dengan doa dan air mata yang terus mengalir.
Sumber: KMIP GRUP



