Gaza, 30 Agustus 2025 — Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza kian memburuk. Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan adanya 10 kematian baru akibat kelaparan dan malnutrisi dalam 24 jam terakhir, termasuk 3 anak-anak. Dengan penambahan itu, total korban meninggal akibat krisis pangan ini telah mencapai 332 orang, di antaranya 124 anak-anak.
Sejak diumumkannya laporan Klasifikasi Fase Kerawanan Pangan Terpadu (IPC) beberapa waktu lalu, tercatat sudah 54 kematian baru, dengan 9 di antaranya anak-anak. Angka tersebut diperkirakan terus bertambah seiring minimnya pasokan bantuan yang berhasil masuk ke Gaza.
“Setiap hari kami menerima laporan kematian baru akibat kelaparan. Anak-anak, bayi, dan lansia adalah kelompok paling rentan. Mereka yang selamat pun mengalami kondisi malnutrisi akut dan membutuhkan penanganan segera,” demikian pernyataan resmi Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza.
Krisis pangan ini dipicu oleh terbatasnya akses bantuan kemanusiaan, runtuhnya sistem distribusi pangan, serta keterbatasan layanan kesehatan. Ribuan warga masih mengantri di dapur amal hanya untuk mendapatkan satu kali makan sehari, sementara rumah sakit kewalahan menghadapi pasien gizi buruk.
Organisasi kemanusiaan internasional berulang kali memperingatkan bahwa Gaza kini berada di ambang bencana kelaparan massal. Namun, hingga kini, upaya untuk membuka jalur bantuan dalam jumlah besar masih terhambat oleh situasi politik dan blokade yang berlangsung.



