Gaza – Benua Pos Kota | Pernyataan terbaru Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali memicu kontroversi di kawasan Timur Tengah. Netanyahu secara terbuka menyatakan keinginannya untuk mewujudkan impian "Israel Raya" dengan memperluas penguasaan wilayah Arab.
Menanggapi hal tersebut, jurnalis Gaza Dr. Ali Abo Rezeg menegaskan bahwa kondisi saat ini menuntut peran aktif negara-negara Arab dan Muslim untuk mendukung rakyat Palestina, terutama di Jalur Gaza yang tengah terkepung.
Menurutnya, dukungan berupa makanan, dana, dan senjata tidak lagi sekadar strategi, melainkan kebutuhan mendesak bagi keberlangsungan hidup warga Gaza yang menghadapi blokade ketat. "Netanyahu sendiri mengakui bahwa kendala utama ambisinya hanyalah ratusan ribu warga Gaza yang kelaparan dan terkepung. Mereka kini menjadi penghalang terakhir dari proyek Israel Raya," ujarnya.
Dr. Rezeg juga membandingkan sikap solidaritas negara-negara Barat terhadap Ukraina dengan minimnya aksi nyata negara Arab terhadap Palestina. "Polandia, Jerman, Prancis, dan Inggris begitu cepat mendukung Ukraina. Apakah bangsa Arab kurang bermartabat dan kurang berani untuk mendukung saudara mereka sendiri di Gaza?" ungkapnya.
Ia menekankan bahwa yang dibutuhkan saat ini hanyalah "sedikit martabat, kemanusiaan, dan kemauan politik" untuk menghentikan penderitaan warga Gaza dan mencegah ambisi ekspansi Israel lebih jauh.
Gaza, 17 Agustus 2025
Oleh: Dr. Ali Abo Rezeg, Jurnalis Gaza
Redaksi Benua Pos Kota




