Damaskus – Situasi politik dan militer di Suriah memasuki fase krusial setelah muncul laporan dari jurnalis Ayman Dayan, yang dikenal memiliki kedekatan dengan sumber-sumber di Washington.
Menurut Dayan, kelompok bersenjata SDF/YPG Kurdi yang menguasai sejumlah wilayah di timur laut Suriah diberi tenggat waktu satu minggu untuk menyetujui integrasi penuh dan bergabung dengan pemerintahan Damaskus di bawah kepemimpinan Ahmad Al-Sharaa. Langkah ini diyakini sebagai upaya mendorong penyatuan kekuatan militer dan politik di tengah ketegangan yang terus meningkat.
Sumber yang sama menyebutkan bahwa Amerika Serikat telah memberi lampu hijau kepada Turki untuk melancarkan operasi militer, jika SDF/YPG Kurdi menolak bergabung dengan pemerintah pusat Suriah. Hal ini menandakan kemungkinan eskalasi konflik di wilayah yang mencakup Hasakah, Idlib, dan Suwayda, di mana keberadaan pasukan Kurdi masih dominan.
Pengamat menilai, ultimatum ini menempatkan SDF/YPG pada posisi sulit: menerima integrasi dengan Damaskus atau menghadapi potensi serangan militer Turki yang selama ini menganggap kelompok tersebut sebagai ancaman keamanan nasional.
Situasi ini menambah kompleksitas krisis Suriah yang telah berlangsung lebih dari satu dekade, dengan keterlibatan banyak pihak regional dan internasional, termasuk Turki, Amerika Serikat, dan Rusia. Perkembangan dalam beberapa hari ke depan akan sangat menentukan arah konflik dan masa depan wilayah utara serta timur laut Suriah.
#Suriah #Damaskus #Idlib #Suwayda #Hasakah #Ankara #Turki




