Di Gaza, malam tidak seperti malam di kota-kota lain; bukan ketenangan atau istirahat, melainkan panggung berdarah di mana pembantaian Zionis bergantian mencabut nyawa.
Langit di Gaza tidak hanya gelap, tapi juga diterangi oleh roket, sehingga malam berubah menjadi lukisan api dan asap, dan gang-gang menjadi saksi jeritan kesakitan serta rumah-rumah yang runtuh di atas penghuninya.
Di bawah malam yang mencekam ini, warga Gaza tidur di antara ketakutan yang tak berkesudahan dan teror yang merenggut tidur dari mata, setiap ledakan meninggalkan cerita baru tentang kehilangan, dan setiap saat hening dipecahkan oleh suara serangan yang menggambar ulang ketakutan di wajah-wajah.
Sementara dunia hanya menyaksikan, malam Gaza tetap menjadi saksi dari gambaran paling mengerikan dari agresi, malam panjang yang hanya mengenal fajar yang penuh darah.
Sumber: KMIP GRUP




