Gaza City, 7 September 2025 — Militer Israel dilaporkan menjatuhkan ribuan selebaran di atas Gaza City. Selebaran tersebut berisi peringatan kepada penduduk agar segera meninggalkan wilayah utara dan bergerak ke selatan, seiring dengan perluasan operasi militer di kawasan yang terkepung.
Kondisi ini menimbulkan kegelisahan luas. Warga yang sudah berulang kali mengungsi kini kembali dihadapkan pada ancaman kehilangan rumah dan keselamatan. Beberapa rekaman memperlihatkan anak-anak Gaza yang berkata penuh keteguhan: “Kami akan mati di sini, dan kami akan hidup di sini.”
Organisasi kemanusiaan menilai perintah evakuasi massal ini sangat berisiko. UNICEF dan lembaga bantuan lainnya memperingatkan bahwa jutaan anak Gaza kini terancam kelaparan, penyakit, dan kekurangan layanan kesehatan. Akses terhadap pangan, air bersih, dan obat-obatan semakin terbatas, sementara tempat tujuan evakuasi tidak mampu menampung arus pengungsi baru.
Amnesty International dan pengamat hukum internasional menilai penyebaran selebaran yang menimbulkan rasa takut massal bisa melanggar hukum humaniter internasional. Mereka menyerukan investigasi independen dan mendesak komunitas internasional agar memastikan perlindungan warga sipil.
Saksi mata menyebutkan, banyak keluarga sudah tidak lagi memiliki rute aman untuk meninggalkan Gaza City. Bahkan beberapa lokasi yang sebelumnya disebut “zona kemanusiaan” dilaporkan juga terkena serangan. Situasi ini semakin memperburuk krisis kemanusiaan yang tengah berlangsung.
Seruan mendesak:
Organisasi kemanusiaan meminta gencatan senjata segera dan akses penuh bagi bantuan ke seluruh Gaza.
Komunitas internasional didesak mengambil langkah nyata untuk melindungi anak-anak dan warga sipil.
Tentang Benua Pos Kota
Benua Pos Kota adalah media online yang berkomitmen menghadirkan berita akurat, berimbang, dan humanis, dengan fokus pada isu kemanusiaan, sosial, dan hak asasi.
Sumber: KMIP group
Donasi untuk Gaza klik disini
✉️ Kontak Redaksi:
Email: benuapostnusantara@gmail.com
PT Benua Post Nusantara



