[Benua Pos Kota] – Di kalangan masyarakat Sunda, buah aluh atau lebih dikenal sebagai labu siam, serta kacang panjang biji, sudah lama menjadi bagian dari hidangan tradisional. Selain mudah diolah, kedua jenis sayuran ini juga menyimpan khasiat kesehatan yang sangat bermanfaat.
Buah aluh kerap dimasak menjadi sayur bening, lodeh, hingga tumisan. Teksturnya lembut setelah dimasak, rasanya segar, dan mampu menyerap bumbu dengan baik. Tak jarang, masyarakat juga memilih cara sederhana dengan mengukusnya.
“Ummi di rumah sering hanya mengukus saja, karena bagus untuk pencernaan. Kandungan seratnya tinggi, dan juga dipercaya bisa jadi obat panas dalam,” ungkap salah seorang ibu rumah tangga di Bandung.
Sementara itu, kacang panjang biji berbeda dengan kacang panjang biasa. Polongnya dipanen bukan untuk dimakan muda, melainkan diambil bijinya. Biji kacang panjang ini terasa gurih, lembut, dan sering dijadikan campuran sayur maupun kue tradisional.
Khasiat Buah Aluh (Labu Siam)
Tinggi serat, baik untuk melancarkan pencernaan.
Rendah kalori, cocok untuk menu diet.
Kaya vitamin C, folat, dan kalium.
Digunakan secara tradisional untuk menurunkan panas dalam.
Khasiat Kacang Panjang Biji
Sumber protein nabati.
-Mengandung zat besi dan magnesium untuk kesehatan darah.
-Kaya serat, mendukung sistem pencernaan.
-Rasa gurih alami yang menambah cita rasa masakan.
Cara Mengolah
Buah aluh: bisa dibuat sayur bening, lodeh, urap, atau cukup dikukus sederhana.
Kacang panjang biji: dapat direbus sebagai cemilan sehat, dicampur sayur lodeh/asem, tumisan, hingga dijadikan tambahan kue tradisional.
Dengan beragam manfaat kesehatan dan fleksibilitas dalam pengolahan, buah aluh dan kacang panjang biji tak hanya memperkaya kuliner Nusantara, tetapi juga menjadi pilihan tepat untuk menjaga kesehatan keluarga.



