-->
  • Jelajahi

    Copyright © BENUA POS KOTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Untuk Gaza


     

    Karir


     

    Menu Bawah

    Israel Gempur Gaza, 31 Warga Tewas dalam Sehari — Total Korban Tembus 63 Ribu Jiwa

    Redaksi
    02 September 2025, 11:53 WIB Last Updated 2025-09-02T04:53:50Z
    masukkan script iklan disini
    Gaza, Benua Pos Kota – Israel kembali melancarkan serangan udara dan artileri di Jalur Gaza pada Senin (1/9), menewaskan sedikitnya 31 orang, menurut pejabat kesehatan setempat. Lebih dari separuh korban adalah perempuan dan anak-anak.

    Ledakan menggema di Kota Gaza sejak pekan lalu ketika Israel menetapkan kawasan tersebut sebagai zona pertempuran. Di pinggiran kota dan kamp pengungsi Jabaliya, warga menyaksikan robot-robot bermuatan bahan peledak menghancurkan bangunan permukiman.

    “Malam tanpa ampun lainnya di Kota Gaza,” kata Saeed Abu Elaish, seorang petugas medis asal Jabaliya yang kini berlindung di barat laut kota.

    Rumah sakit melaporkan, dari 31 korban jiwa pada Senin, sedikitnya 13 orang tewas di Kota Gaza—lokasi yang berulang kali menjadi sasaran serangan besar-besaran Israel sejak Hamas melancarkan serangan ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang memicu perang berkepanjangan ini.

    Tuduhan Genosida dan Krisis Kemanusiaan

    Serangan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan internasional. Sejumlah pakar genosida terkemuka menuduh Israel melakukan kejahatan genosida, tuduhan yang dibantah keras oleh pemerintah Israel.

    Sementara itu, situasi kemanusiaan di Gaza kian memburuk. Persediaan obat-obatan menipis, ribuan keluarga terusir dari rumah, dan akses bantuan internasional terhambat oleh blokade. Organisasi hak asasi manusia menegaskan pentingnya gencatan senjata segera demi melindungi warga sipil.

    Data Korban Sejak Awal Perang

    Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023 hingga awal September 2025, lebih dari 63.500 warga Palestina tewas dan sekitar 160.000 lainnya terluka. Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak (AP, Gulf Times).

    Studi medis independen, seperti yang diterbitkan di jurnal The Lancet, memperkirakan sekitar 64.260 kematian akibat cedera traumatis hingga pertengahan 2024—angka yang kemungkinan masih lebih rendah dari jumlah sebenarnya karena tidak mencakup kematian tidak langsung seperti akibat kelaparan atau penyakit. Jika dihitung lebih luas, termasuk dampak tidak langsung perang, total kematian diperkirakan bisa mencapai 93.000 jiwa hingga Mei 2025.

    Sumber: AP klik disini
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +