Gaza (BPK) — Serangan udara Israel kembali mengguncang Jalur Gaza dengan menghantam halaman Rumah Sakit Al-Ahli Al-Arabi di Kota Gaza, Selasa (3/9/2025). Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai beberapa lainnya.
Menurut sumber medis, di antara korban yang gugur telah teridentifikasi nama-nama seperti Qassam Abu Nahil, Mohammad Jendia, Mohammad Shamali, Saleh Ziyara, dan Omar Abu Kamil. Pihak rumah sakit menyebut, korban terdiri dari pasien, pengunjung, hingga warga yang mencari perlindungan di area rumah sakit.
Serangan terhadap fasilitas medis kembali memicu kecaman luas dari berbagai organisasi kemanusiaan internasional. Mereka menilai tindakan ini melanggar hukum humaniter internasional yang melindungi warga sipil dan infrastruktur kesehatan dalam konflik bersenjata.
Militer Israel, melalui pernyataan resminya, menyebut serangan ditujukan kepada apa yang mereka klaim sebagai “sumber ancaman militan” di sekitar area rumah sakit. Namun, klaim tersebut dibantah keras oleh otoritas kesehatan Gaza, yang menegaskan tidak ada aktivitas militer di dalam atau di sekitar kompleks rumah sakit tersebut.
Insiden ini menambah panjang daftar serangan terhadap warga sipil dan fasilitas medis di Gaza sejak konflik terbaru pecah. Situasi kemanusiaan pun semakin memburuk, dengan rumah sakit-rumah sakit di Gaza dilaporkan kekurangan obat-obatan, bahan bakar, dan peralatan medis akibat blokade yang berkepanjangan.
Sementara itu, PBB dan sejumlah negara menyerukan gencatan senjata segera serta penyelidikan independen atas serangan di Al-Ahli Al-Arabi Hospital, guna memastikan akuntabilitas dan mencegah berlanjutnya korban sipil.
Sumber: grup KMIP
Ayo bantu anak-anak di Palestina | untuk donasi klik disini



