Jakarta, BENUA POS – Bank Indonesia (BI) mengeluarkan peringatan kepada seluruh nasabah perbankan agar berhati-hati saat menerima bukti transaksi yang dikirim melalui perangkat seluler. Hal ini dikarenakan maraknya penipuan dengan modus bukti transfer palsu yang dimanipulasi menggunakan teknologi artificial intelligence (AI).
Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital, modus penipuan semakin canggih, salah satunya melalui pembuatan bukti transfer palsu yang secara visual tampak sah. Modus ini memanfaatkan teknologi AI untuk mengedit atau menciptakan dokumen bukti transaksi yang terlihat autentik sehingga dapat mengecoh penerima pesan.
"Kami menghimbau masyarakat untuk selalu waspada dan memverifikasi keaslian bukti transaksi yang diterima melalui perangkat seluler. Nasabah perbankan sebaiknya menghubungi langsung bank penerbit atau menggunakan kanal resmi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut," ujar pejabat Bank Indonesia.
BI menekankan pentingnya edukasi dan kewaspadaan dalam menghadapi inovasi teknologi yang dapat disalahgunakan. Bank Indonesia juga bekerja sama dengan instansi terkait untuk mengantisipasi dan menindaklanjuti kasus-kasus penipuan tersebut guna melindungi keamanan sistem keuangan nasional serta kepercayaan masyarakat.
Nasabah dan masyarakat umum yang mendapati kecurigaan terhadap bukti transaksi yang tidak wajar diimbau untuk:
Memverifikasi keaslian dokumen: Hubungi bank penerbit menggunakan nomor resmi yang tercantum di situs resmi atau buku panduan nasabah.
Menggunakan kanal resmi: Pastikan informasi transaksi diperoleh melalui aplikasi resmi atau layanan pelanggan dari bank terkait.
Melaporkan kejadian: Segera laporkan ke pihak bank dan instansi terkait apabila menemukan bukti transaksi yang mencurigakan.
Redaksi: benua pos




