Pracimantoro, Benua Pos – Warga Pracimantoro kembali bersuara. Melalui Paguyuban Tali Jiwo, mereka menyatakan penolakan tegas terhadap rencana pendirian pabrik semen di wilayah mereka. Bukan tanpa alasan, warga merasa telah dikhianati oleh janji-janji manis yang dulu digaungkan saat awal pembebasan lahan.
“Waktu awal sosialisasi, katanya lahan ini akan dimanfaatkan untuk budidaya jarak dan alpukat. Kami mendukung karena berpikir ini akan meningkatkan ekonomi warga,” ungkap Sunaryo, Ketua Paguyuban Tali Jiwo, saat ditemui di Balai Warga, Senin (15/4). “Tapi ternyata, ujung-ujungnya industri semen. Kami merasa dibohongi.”
Paguyuban Tali Jiwo menegaskan bahwa mereka bukan anti pembangunan. Namun, mereka menolak ketika pembangunan dilakukan tanpa transparansi dan justru berpotensi merusak alam serta menyingkirkan warga dari tanah leluhurnya.
“Yang kami tolak itu proses yang tidak jujur. Kalau dari awal bilangnya mau bikin pabrik semen, mungkin ceritanya sudah beda. Ini kan tipu-tipu. Kami bukan boneka yang bisa digerakkan seenaknya,” ujar Sumarni, seorang warga yang juga tokoh perempuan di paguyuban tersebut.
Kekhawatiran warga juga berpusat pada potensi kerusakan lingkungan, mengingat wilayah Pracimantoro berada di kawasan karst yang menjadi sumber cadangan air alami. Pembangunan pabrik semen dinilai dapat mempercepat krisis air di musim kemarau dan mengancam keberlangsungan hidup petani lokal.
“Kami minta pemerintah turun tangan. Jangan cuma dengerin investor. Dengerin juga suara rakyat kecil,” tambah Sunaryo.
Saat dikonfirmasi, pihak pengembang proyek belum memberikan pernyataan resmi. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Wonogiri juga belum merespons permintaan audiensi dari warga.
Redaksi: benua post




