Bantul, Benua Pos — Ratusan warga Padukuhan Gandekan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, turun ke jalan Jumat (11/4/2025), menuntut Dukuh mereka mundur dari jabatan. Aksi ini dipicu dugaan kuat adanya pungutan liar (pungli) dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang nilainya mencapai jutaan rupiah per warga.
Tak hanya soal pungli, warga juga menilai sang Dukuh telah lama bertindak sewenang-wenang dan arogan dalam menjalankan tugasnya. Tokoh masyarakat Gandekan, Pambudi, menyebut warga sudah geram dengan kepemimpinan Dukuh yang dinilai menyimpang dari etika kepemimpinan desa.
"Pak Dukuh itu bukan ngemong, tapi menekan. Warga dijadikan ladang pungutan. Ini bukan kali pertama, tapi puncaknya ya soal PTSL ini. Kami minta dia mundur!" tegas Pambudi kepada wartawan, Sabtu (12/4/2025).
Dalam aksi yang berlangsung di depan Balai Padukuhan, warga membawa poster bertuliskan kecaman, mendesak pemerintah kelurahan untuk segera mengambil tindakan tegas. Beberapa warga bahkan menyebut pengurusan PTSL sengaja dipersulit jika tidak menyetor “uang administrasi” yang jumlahnya tidak masuk akal.
Menanggapi desakan warga, Lurah Bantul menyatakan akan segera mengirimkan surat peringatan (SP) kepada Dukuh Gandekan sebagai bentuk respons resmi dari pemerintah kelurahan.
Hingga saat ini, Dukuh Gandekan belum memberikan pernyataan atau klarifikasi apapun ke publik. Sementara warga menegaskan, aksi lanjutan akan digelar jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti.
Sumber foto: tims Indonesia
Reporter: Tim Benua Pos
Editor: Aspian Dearey




