![]() |
| Foto saat mengantri di pasar |
GAZA — Suasana di Jalur Gaza semakin mencekam. Pada hari ini, situasi kemanusiaan yang telah lama memburuk mencapai titik ledak baru. Ribuan warga turun ke jalan untuk melampiaskan kemarahan mereka terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok yang kian tak terkendali, terutama harga tepung yang mencapai 150 shekel per kilogram.
Ketiadaan pasokan makanan yang memadai membuat warga Gaza putus asa. Banyak dari mereka mengaku tidak menemukan apapun untuk dimakan dalam beberapa hari terakhir. Di tengah kelaparan yang akut, harga kebutuhan dasar justru melambung tinggi, memperparah penderitaan warga yang telah lama hidup dalam blokade dan keterbatasan.
Amarah massa pun meledak. Sejumlah lapak pedagang makanan di beberapa titik pusat distribusi dibakar dan dirusak. Beberapa pedagang dilaporkan mengalami luka akibat pemukulan oleh warga yang marah.
"Saya tidak punya uang untuk membeli tepung, anak-anak saya belum makan sejak kemarin. Lalu saya lihat mereka menjual dengan harga gila. Kami hanya ingin bertahan hidup!" ujar seorang warga yang turut dalam aksi protes.
Belum ada pernyataan resmi dari otoritas lokal terkait kejadian ini. Namun, sejumlah sumber lokal menyebutkan bahwa aksi unjuk rasa meluas dengan cepat ke berbagai wilayah di Gaza, terutama di area pengungsian dan pasar-pasar rakyat.
Kondisi ini mencerminkan keputusasaan yang mendalam akibat krisis kemanusiaan berkepanjangan di Gaza, diperparah oleh blokade, konflik berkala, dan minimnya akses bantuan kemanusiaan yang stabil.
Sementara itu, lembaga-lembaga kemanusiaan internasional diimbau segera meningkatkan respons darurat guna menghindari jatuhnya korban jiwa lebih banyak akibat kelaparan dan kekacauan sosial.
Sumber: tim relawan di Gaza




