-->
  • Jelajahi

    Copyright © BENUA POS KOTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Untuk Gaza


     

    Karir


     

    Menu Bawah

    Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza Diduga Dijarah Geng Yasser Abu Shabab yang Disokong Zionis

    REDAKSI
    01 Agustus 2025, 06:40 WIB Last Updated 2025-07-31T23:40:21Z
    masukkan script iklan disini


    Gaza, benuapos.my.id – Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza kian memburuk. Laporan dari sejumlah relawan menyebutkan, bantuan kemanusiaan yang seharusnya diterima rakyat Gaza kerap dijarah oleh geng lokal bernama Yasser Abu Shabab, yang diduga mendapat dukungan dari pihak Zionis.



    Barang-barang bantuan seperti pangan, obat-obatan, dan perlengkapan darurat yang masuk ke Gaza sering dibajak di tengah perjalanan. Geng pengkhianat ini kemudian menjual barang tersebut dengan harga yang sangat mahal kepada warga Gaza, yang saat ini berada dalam situasi kritis akibat blokade berkepanjangan dan serangan militer yang terus berlangsung.


    “Kondisi ini membuat rakyat Gaza semakin menderita. Banyak keluarga yang seharusnya menerima bantuan tidak pernah mendapatkannya karena dijarah dan dijual kembali,” ujar Ahmed Al-Khalidi, salah satu relawan lokal, kepada Benua Post Nusantara.


    Aktivis kemanusiaan menilai Gaza Humanitarian Foundation (GHF) sebagai pengelola bantuan di Gaza perlu dievaluasi. Mereka menyarankan agar penyaluran bantuan dikembalikan sepenuhnya kepada United Nations Relief and Works Agency (UNRWA), lembaga PBB yang memiliki pengalaman panjang dalam distribusi bantuan bagi pengungsi Palestina.


    “Tidak ada cara lain. GHF harus menghentikan pengelolaan bantuan ini. Biarkan UNRWA yang berpengalaman mengambil alih agar bantuan benar-benar sampai ke tangan rakyat yang membutuhkan,” kata seorang aktivis yang enggan disebut namanya.



    Kondisi Gaza Saat Ini

    Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza dan UNRWA:


    Lebih dari 35.000 warga Gaza tewas sejak awal serangan terakhir.


    Ratusan ribu warga terpaksa mengungsi dan tinggal di kamp-kamp darurat.


    85% warga mengalami krisis pangan, sementara akses obat-obatan dan air bersih sangat terbatas.


    Masyarakat internasional dan lembaga kemanusiaan diimbau untuk mengawasi ketat distribusi bantuan dan memastikan agar tidak jatuh ke tangan pihak-pihak yang mencari keuntungan di tengah penderitaan rakyat Gaza.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +