Benua Pos Kota | Omen khidmat ini berlangsung di tengah situasi yang sulit: suara pesawat tempur, deru serangan, dan penderitaan akibat blokade serta kelaparan yang mencekik. Namun, semangat para penghafal Al-Qur’an itu tak pernah padam. Dengan penuh keteguhan, mereka menyelesaikan hafalan 30 juz, menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya penuntun di tengah kegelapan perang.
Meski berada di bawah ancaman pembantaian, kehancuran, dan pengungsian, generasi muda Gaza tetap menunjukkan kekuatan iman dan ketabahan yang luar biasa. Hafalan Al-Qur’an mereka bukan sekadar capaian pribadi, melainkan simbol perlawanan spiritual — sebuah benteng batin yang tak mampu dihancurkan oleh agresi apa pun.
Peristiwa ini menyampaikan pesan kuat kepada umat Islam di seluruh dunia: di Gaza, dengan segala keterbatasan dan penderitaan, mereka tetap berpegang teguh pada kalam Allah. Lantas, bagaimana dengan kita yang hidup dalam keadaan aman dan lapang?
Sumber: Sahabat Palestina Grup



