GAZA, BENUA POS | Ibu dari jurnalis Mohammed Fayeq, yang terluka parah dalam serangan brutal pasukan pendudukan Israel di Rumah Sakit Nasser, Khan Yunis, tampak tak henti berdoa di samping putranya setelah keluar dari ruang operasi.
Dengan penuh harap dan kesedihan, sang ibu menunduk di samping ranjang, menggenggam tangan anaknya yang terbaring dengan luka serius. Mohammed Fayeq, yang saat itu tengah meliput kondisi kemanusiaan di dalam kompleks medis, menjadi salah satu korban dalam serangan yang menargetkan fasilitas kesehatan—tempat seharusnya masyarakat sipil mendapatkan perlindungan.
Serangan ke Rumah Sakit Nasser kembali menambah panjang daftar pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional. Jurnalis, tenaga medis, serta warga sipil kerap menjadi korban dalam serangan-serangan yang disebut berbagai pihak sebagai bentuk nyata kejahatan perang.
Meski dalam keadaan trauma dan duka, keluarga korban berharap dunia internasional tidak lagi tinggal diam. “Mohammed hanya menjalankan tugasnya sebagai jurnalis. Kami mohon doa agar Allah menyelamatkannya, dan kami berharap dunia melihat penderitaan yang kami alami,” ujar ibunda Fayeq dengan suara bergetar.
Sumber: KMIP GRUP



