Benua Pos – Gaza.
Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, Senin (25/8), serangan militer Israel kembali memakan korban besar di Jalur Gaza. Berdasarkan laporan jurnalis setempat, sedikitnya 92 warga sipil meninggal dunia akibat gempuran yang menyasar berbagai wilayah.
Rincian korban tercatat sebagai berikut:
Gaza Utara: 20 orang meninggal
Gaza Tengah: 26 orang meninggal
Gaza Selatan: 46 orang meninggal
Salah satu serangan paling mematikan terjadi di Kompleks Medis Nasser dan kawasan Al-Mawasi, Khan Younis, yang disebut sebagai pengeboman ganda. Serangan ini juga merenggut nyawa 6 jurnalis yang tengah melaksanakan tugas peliputan:
1. Hossam Al-Masri
2. Mohammed Salama
3. Mariam Abu Daqa
4. Moaz Abu Taha
5. Ahmed Abu Aziz
6. Hassan Douhan
Tragedi ini menambah panjang daftar insan pers yang menjadi korban konflik di Gaza. Organisasi kebebasan pers dunia menegaskan bahwa pekerja media dan fasilitas kesehatan merupakan objek sipil yang dilindungi oleh hukum internasional.
Tanggapan Israel
Militer Israel (IDF) dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa operasi militer ditujukan untuk menghantam “target-target militer Hamas” yang menurut mereka bersembunyi di balik rumah sakit, sekolah, dan kamp pengungsi. IDF menekankan operasi akan berlanjut hingga “kapasitas militer Hamas lumpuh sepenuhnya.”
Tanggapan PBB
Sekretaris Jenderal PBB melalui juru bicaranya, Stéphane Dujarric, menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya korban sipil. PBB menekankan kembali bahwa rumah sakit, tenaga medis, dan jurnalis dilindungi oleh hukum humaniter internasional.
“Kami menyerukan segera dihentikannya kekerasan dan perlindungan bagi warga sipil,” ujarnya di Markas Besar PBB, New York.
Catatan Redaksi
Benua Pos berkomitmen menyajikan laporan seimbang dari berbagai sumber. Situasi di Gaza masih terus berkembang, dan angka korban diperkirakan bertambah seiring berlanjutnya serangan.
Sumber: Jurnalis berbasis di Gaza, pernyataan resmi IDF, konferensi pers PBB.



