Khan Younis, Gaza | benuapos.my.id – Serangan udara Israel kembali menelan korban jiwa dari kalangan pekerja media. Tiga jurnalis Palestina dilaporkan gugur dalam serangan brutal yang menyasar Kompleks Medis Nasser di Khan Younis, Jalur Gaza bagian selatan.
Jurnalis wanita Maryam Abu Daqqa menjadi salah satu korban yang gugur dalam serangan tersebut. Maryam dikenal sebagai sosok yang gigih dalam menyuarakan penderitaan rakyat Palestina melalui liputannya.
Selain itu, Muath Abu Taha, seorang jurnalis yang sempat mengalami luka parah akibat serangan sebelumnya, juga dinyatakan meninggal dunia setelah berjuang melawan luka-luka yang dideritanya.
Tidak hanya itu, dunia jurnalisme kembali berduka atas gugurnya Muhammad Salama, jurnalis foto dari Al Jazeera, yang turut syahid dalam serangan udara Israel ke kompleks medis tersebut.
Serangan ini memperpanjang daftar panjang jurnalis yang menjadi korban agresi militer Israel di Gaza. Menurut catatan lembaga kebebasan pers setempat, sejak pecahnya agresi Israel pada Oktober 2023, puluhan jurnalis telah menjadi sasaran langsung, baik melalui serangan udara maupun penembakan.
Kematian tiga jurnalis ini kembali menegaskan bahwa profesi jurnalis di Gaza menghadapi ancaman serius, meski mereka dilindungi oleh hukum internasional. Pasal 79 Protokol Tambahan I Konvensi Jenewa menegaskan bahwa jurnalis yang bertugas di wilayah konflik harus diperlakukan sebagai warga sipil dan tidak boleh dijadikan target serangan.
Masyarakat internasional dan organisasi jurnalis dunia kembali menyerukan agar Israel menghentikan serangan terhadap pekerja media, tenaga medis, dan warga sipil di Gaza. Namun hingga kini, kecaman demi kecaman belum berbuah pada langkah nyata untuk menghentikan impunitas Israel.
Sumber: KMIP GRUP



