-->
  • Jelajahi

    Copyright © BENUA POS KOTA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Untuk Gaza


     

    Karir


     

    Menu Bawah

    Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Bekasi, Getaran Terasa Hingga Sukabumi

    REDAKSI
    21 Agustus 2025, 07:00 WIB Last Updated 2025-08-21T00:00:57Z
    masukkan script iklan disini



    BEKASI, benuapos.my.id | Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Kabupaten Bekasi pada Rabu (20/8/2025) pukul 19.54 WIB. Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa berada sekitar 14 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan kedalaman 10 kilometer.


    Getaran gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah Jabodetabek. Warga di Jakarta Pusat (Menteng), Depok, Tangerang Selatan, Bogor, hingga Sukabumi turut merasakan guncangan. Sejumlah penghuni gedung tinggi di Jakarta bahkan mengaku merasakan bangunan bergoyang.


    “Gempa terasa sekitar 10 detik, cukup membuat panik sehingga banyak warga keluar rumah,” ujar salah seorang warga Bekasi, dikutip dari laporan lapangan.


    BMKG menyampaikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.


    Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini berpusat di darat, tepatnya di wilayah Kabupaten Bekasi. Data masih dapat berubah seiring pemrosesan lebih lanjut,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.


    Fakta Singkat Gempa Bekasi

    Waktu kejadian: Rabu, 20 Agustus 2025, pukul 19.54 WIB

    Magnitudo: 4,9 SR

    Lokasi pusat gempa: 14 km tenggara Kabupaten Bekasi

    Kedalaman: 10 km

    Wilayah terdampak: Bekasi, Jakarta, Depok, Tangerang Selatan, Bogor, Cianjur, Sukabumi


    Dampak: Getaran terasa kuat, warga panik, belum ada laporan kerusakan/koban


    Status: Tidak berpotensi tsunami

    Imbauan BMKG

    BMKG mengingatkan agar masyarakat tetap tenang, tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG melalui kanal resmi.


    Benua Pos

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +