![]() |
| Presiden Palestina Mahmoud Abbas (dok. REUTERS/Mohammed Torokman/File Photo Purchase Licensing Rights) |
Ramallah, Benua Pos Kota – Presiden Palestina Mahmoud Abbas menegaskan bahwa Otoritas Palestina (PA) siap mengambil alih pemerintahan di Jalur Gaza setelah perang berakhir. Abbas menyatakan pihaknya memiliki kapasitas penuh untuk memimpin dan membangun kembali wilayah tersebut, sekaligus membuka ruang bagi keterlibatan pihak luar dalam pengelolaannya.
"Kami siap mengambil alih pemerintahan Gaza dan kami memiliki kapasitas untuk melakukannya," kata Abbas dalam wawancara eksklusif dengan Al Arabiya.
Abbas menambahkan, Otoritas Palestina tidak menutup diri terhadap kerja sama dengan pihak lain. "Kami tidak keberatan dengan kemitraan Arab atau internasional dalam mengelola Gaza," tegasnya.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya diskusi mengenai masa depan Gaza setelah perang yang telah menimbulkan ribuan korban jiwa dan kehancuran infrastruktur. Sejumlah negara Arab dan komunitas internasional sebelumnya juga menyuarakan dukungan atas pentingnya terbentuknya pemerintahan sipil yang sah di wilayah tersebut.
Meski demikian, tantangan masih besar. Kelompok Hamas yang sejak 2007 menguasai Jalur Gaza masih menjadi faktor utama dalam dinamika politik Palestina. Sejumlah analis menilai, keterlibatan komunitas internasional dan negara-negara Arab akan menjadi kunci dalam membangun stabilitas serta rekonsiliasi politik antara faksi-faksi Palestina.
Abbas menekankan bahwa tujuan utama Otoritas Palestina adalah terciptanya perdamaian dan terbentuknya negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.
Sumber: detikcom




