![]() |
| Juru bicara Hamas Abu Obeida pada konferensi pers pada Maret 2010 di Kota Gaza. |
Kota Gaza – Tentara Israel menewaskan seorang juru bicara Hamas dalam serangan udara yang menghantam sebuah gedung apartemen di pusat Kota Gaza pada Sabtu (31/8). Kabar ini dikonfirmasi pada Minggu (1/9) oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang menyebutkan bahwa korban adalah Abu Obeida, nama samaran juru bicara sayap bersenjata Hamas, Brigade Al-Qassam.
“Serangan ini merupakan bagian dari operasi berkelanjutan untuk melemahkan kemampuan militer Hamas. Kami mengantisipasi akan ada lebih banyak pemimpin dan pejuang Hamas yang terbunuh dalam pertempuran di kawasan perkotaan Gaza,” kata Katz dalam pernyataannya.
Bagi Israel, Abu Obeida dikenal sebagai salah satu figur penting dalam perang informasi Hamas, kerap tampil menyampaikan pernyataan resmi terkait operasi militer dan serangan roket. Hilangnya sosok ini dipandang sebagai pukulan simbolis terhadap struktur komunikasi Hamas.
Namun, di pihak Palestina, serangan ini kembali memicu kecaman keras. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa selain Abu Obeida, serangan udara tersebut juga menewaskan sedikitnya 12 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, serta melukai puluhan lainnya.
Hamas dalam pernyataannya membenarkan kematian Abu Obeida dan menegaskan bahwa kematian para pemimpinnya tidak akan menghentikan perlawanan. “Para syuhada kami akan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk melanjutkan perjuangan,” tulis Hamas dalam pernyataan resmi.
Komunitas internasional menyerukan kedua pihak untuk menahan diri. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengingatkan bahwa serangan di kawasan padat penduduk berpotensi meningkatkan korban sipil dan memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah parah di Gaza.
Sejak dimulainya konflik terbaru, ribuan warga Palestina telah terbunuh akibat serangan Israel, sementara Israel juga menanggung korban jiwa dari serangan roket dan operasi Hamas. Situasi di Gaza kian memburuk dengan keterbatasan akses makanan, air bersih, listrik, dan layanan kesehatan.
Sumber: elpais




